Monday, 27 January 2014

Penerimaan Calon Dosen Kontrak UIN SUSKA RIAU Tahun 2014

Penerimaan Calon Dosen Kontrak UIN SUSKA RIAU Tahun 2014
Berikut ada kesempatan bagi para lulusan S2/S3 untuk menjadi dosen kontrak di UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2014.
Deadline pengiriman berkas tanggal 05 FEBRUARI 2014.
Untuk lebih jelasnya silakan rujuk situs di bawah ini.
Demikian informasi yang dapat saya berikan tentang Penerimaan Calon Dosen Kontrak UIN SUSKA RIAU Tahun 2014.
Semoga dapat membantu dan semoga Anda beruntung.

Klik DISINI

Wednesday, 22 January 2014

DOWNLOAD LAGU NASYID BERTUAH AND FRIENDS – LANGIT SYURGA

DOWNLOAD LAGU NASYID BERTUAH AND FRIENDS – LANGIT SYURGA
Bak mata air di tengah teriknya padang pasir. Itulah perumpaan yang tepat atas kehadiran sebuah karya musik putra terbaik Riau yang telah menghasilkan sebuah lagu bergenre Nasyid di tengah popularitas musik Pop dan Dangdut Koplo yang sedang merajai musik di Negeri tercinta Indonesia. Semoga dengan kehadiran lagu ini dapat menjadi pelepas dahaga karya putra daerah. Semoga pula kedepannya semakin banyak lagi putra-putra terbaik Indonesia khususnya Riau yang menghasilkan karya nyatanya. Sangat direkomendasikan untuk didengar.
PROFIL LAGU


JUDUL           : Langit Syurga
PENYANYI   : Bertuah And Friends
ALBUM         : Single 2014
PENCIPTA     : Irdas Yan
LIRIK LAGU            :
LANGIT SYURGA

*
Menjadi harapan setiap manusia
Wanita sholehah lelaki bertaqwa
Bersama kekasih penyejuk mata
Seteduh langit syurga

Namun tak semudah awal pertemuan
Niat dan azzam tetap satu tujuan
Al-Quran dan Sunnah menjadi panduan
Pilihlah ia karena Iman

Reff:
Rupa tak selamanya ‘kan indah
Harta pasti ‘kan semakin musnah
Tahta tak menjanjikan amanah
Namun Agama membawa ke Jannah

**
Tuhanku Yang Esa, hadirkan kesabaran
Seperti sejuknya embun kesyukuran
Suatu saat nanti hinggaplah keindahan
Dilangit syurga kita disatukan

*Reff
*Reff

Dilangit syurga kita disatukan


Untuk tidak memperpanjang lagi, silakan bagi semua pembaca yang ingin mendownload lagunya klik link yang tertera di bawah ini. Lagu ini hanya sebatas previewnya saja. Untuk mendapatkan lagu versi originalnya silakan nantikan peluncuran CD dan kasetnya agar para seniman di negeri ini tetap dapat terus berkarya. Demikianlah Download Lagu Nasyid Bertuah And Friends – Langit Syurga.

Download klik DISINI
Download via 4shared
Download via Soundcloud

Sunday, 19 January 2014

‘PENOLONG BERATRIBUT', Salahkah???

Selamat sore, bloggers! Sudah lama saya tidak memposting di blog ini. Kali ini saya ingin memberikan sedikit pendapat tentang ‘Penolong Beratribut’ yang sedang ramai dibicarakan di beberapa media sosial khususnya Facebook. 
Hhmm, bukannya sok menjadi komentator, namun saya sedikit ingin memberi suara dan tanggapan sekaligus juga bisa berupa opini yang barang kali akan menjadi masukan dan untuk saling sharing informasi saja. Terkait fenomena di atas saya beropini bahwa atribut ada kalanya memang perlu digunakan dan memang penting rasanya. Atribut memberikan identitas bagi pemakainya sebagai ciri khusus sebuah kelompok ataupun individu. Sah-sah saja rasanya jika dalam setiap kesempatan suatu kelompok ataupun individu mengenakan atributnya masing-masing. Hal tersebut tentu merupakan hak setiap warga dalam proses demokrasi negara kita tercinta. Selama tidak bertentangan dengan simbol-simbol yang dilarang oleh negara. Terlebih lagi menjadi ‘penolong beratribut’. Terkesan riya’ namun lagi-lagi masalah keikhlasan cukuplah masing-masing pribadi dan Tuhannya saja yang tahu.
Fenomena di atas semakin ramai dibicarakan dikarenakan respon yang didapat berbeda-beda dari berbagai macam kalangan. Ada yang menanggapinya positif, dan sudah pasti ada yang negatif, dan bahkan dengan sinis. Pencitraan, katanya.
Sudah pasti responnya positif ketika lembaga sosial dan organisasi-organisasi kepemudaan yang menjadi 'penolong beratribut' tersebut. Sebut saja misalnya ada PMI, PRAMUKA, KARANG TARUNA, dan berbagai LSM yang notabenenya lembaga swadaya non-profit. Sudah pasti acungan jempol dari masyarakat jika mereka-mereka ini menjadi 'penolong beratribut' saat ada bencana alam ataupun dalam berbagai kegiatan. Seperti saat ini misalnya berbagai macam LSM bersatu padu membantu evakuasi warga dalam musibah banjir yang sedang dialami beberapa daerah di tanah air. Masyarakat pun menaruh simpati penuh kepada mereka para relawan-relawan tersebut. Atau misalkan lagi PMI sedang melakukan gerakan donor darah massal, anggota Pramuka mengumpulkan dana sumbangan untuk korban bencana alam, atau hanya sekedar membuat kegiatan yang sifatnya rutinitas harian, mingguan, atau bulanan seperti jalan sehat atau senam pagi dengan masyarakat sekitar. Atribut-atribut yang mereka bawa takkan jadi persoalan.
Lalu, bagaimana jika 'penolong beratribut' itu adalah partai politik?? Memberi sumbangan dengan serah terima dan ada sesi foto bersama, Ada stiker yang menempel pada barang yang akan diberikan, dan lain-lain. Hhmm, pro dan kontra pun sulit untuk dihindari. Ada yang senang dengan sikap partai yang peduli seperti itu. Namun, ada juga yang menganggap semua itu hanya pencitraan. Sepertinya masyarakat negeri ini sudah mulai bosan dengan para pelaku politik yang pandai memberi iming-iming dan janji. Sehingga semua yang berbau politik secara tidak langsung mendapatkan cap 'KOTOR'. Yaahh, politik kotor. Ntah memang politik itu kotor, atau bagaimana, ntahlah. Tapi hampir semua hal yang syarat dengan politik dicampuri dengan hal-hal ‘kotor’.
Menolong karena ada maunya, menolong karena hanya ingin dipilih saat pemilu, menolong hanya proses pencitraan, menolong dan menolong sebagainya. Embel-embel 'PAMRIH' terlalu dalam melekat pada partai politik yang ada di benak masyarakat. Seakan-akan semua yang dilakukan partai politik mengharapkan timbal balik (feedback) dari masyarakat. Semua upaya yang dilakukan partai politik hanya proses penggiringan masyarakat untuk mendukungnya agar menjadi pemenang pemilu untuk menjadi 'PENGUASA' di negeri ini.
Sebenarnya cukup wajar jika partai politik mengharapkan itu semua. Karena memang para partai politik bisa tetap bertahan jika dukungan masyarakat masih melekat dan bersimpati padanya. Dan keberadaan mereka, para partai politik memang untuk itu semua. Itulah proses di negeri ini. Yang mampu berkuasa adalah mereka yang mampu 'menyihir' hati masyarakat. Mungkin salah satu caranya adalah dengan menjadi 'penolong beratribut'.
Yang menjadi permasalahan adalah mengapa banyak respon negatif saat partai politik yang menjadi 'penolong beratribut'? Mengapa tidak berlaku juga saat PMI atau mahasiswa kuliah kerja nyata yang menjadi 'penolong beratribut'? Toh sama-sama beratribut? Sama-sama ada simbol kelompoknya disana?
Perbedaannya adalah organisasi non-partai tidak mengharapkan timbal balik yang signifikan dari masyarakat. Mereka akan tetap concern dijalurnya dengan misi tolong-menolong, tidak lebih. Dan keberadaan mereka bukan hasil dari proses 'celupan tinta biru' di ujung jari tangan masyarakat. Sedangkan partai politik, keberadaannya dipengaruhi seberapa banyak masyarakat yang mencoblos logo partainya saat pemilu.
Yang menjadikan semakin tajam sinisme masyarakat tentang jelmaan partai yang menjadi 'penolong beratribut' adalah saat mereka telah mendapatkan yang mereka inginkan, setelah mereka menjadi penguasa negeri ini, telah duduk di kursi mewahnya, di saat itulah mereka banyak yang lupa dengan para 'coblosser' yang telah menjadikan mereka 'PENGUASA' segalanya. Mereka tak lagi menjadi 'penolong beratribut' bagi rakyat kecil. Justru mereka asyik menggelembungkan perutnya dengan harta rampasan rakyat jelata dengan perbuatan keji yang terbungkus KORUPSI. Mereka terlena dengan semuanya. Mereka alpa memandang ke bawah.
Satu persatu baru akan mengakhiri perbuatan korupsinya saat harus bermalam di hotel prodeo. Dan bagi mereka yang belum terjerat, akan berubah menjadi 'penolong beratribut' lagi saat musim pemilu akan tiba. Superman yang hadir musiman. Ya, walau tak semua partai politik dan oknumnya berlaku kotor. Namun, yang terlihat kotor yang mencolok.
Itulah barang kali alasan mengapa masyarakat banyak yang memandang sebelah mata setiap aksi partai politik dan oknumnya yang mencoba menjadi 'penolong beratribut'.
Pekerjaan rumah yang sangat besar bagi setiap partai politik untuk tetap menjadi 'penolong beratribut' yang konsisten menjadi pahlawan bagi rakyat kecil saat akan pemilu ataupun setelah duduk di kursi singgasananya saat menjadi pemenang pemilu ataupun yang kalah dalam pemilu. Karena pada hakikatnya mereka yang berjiwa penolong tak mengenal waktu untuk menolong sesama.
Jangan pernah jadikan masyarakat seperti batang tebu. Yang habis manis sepah dibuang. Dan janganlah menjadi kacang yang lupa kulitnya. Sesungguhnya amanah itu diminta pertanggung jawabannya. Sedangkan Bagi kita-kita masyarakat pemilih haruslah menjadi pemilih yang selektif agar wakilnya kelak benar-benar menjadi ‘penolong beratribut’ yang tetap konsisten menolong Anda.

JADILAH ‘PENOLONG BERATRIBUT’ YANG BERJIWA PENOLONG!!

Semoga dapat menjadi bahan renungan kita bersama.

Wassalam.

Saturday, 13 July 2013

Download Lagu Ray Nineball Feat Rima Kania Dewi - Takbir Haji


Download Lagu Ray Nineball Feat Rima Kania Dewi - Takbir Haji
Satu minggu terakhir ini tepatnya saat sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah mulai tayang di SCTV banyak para pemirsa yang mencari-cari lagu soundtracknya di internet. Termasuk saya yang agak sedikit kesusahan. Tapi Alhamdulillah akhirnya dapat juga.
Untuk tidak memperpanjang lagi, silakan bagi semua pembaca yang ingin mendownload lagunya klik link di bawah ini. Dan lagu ini hanya sebagai previewnya saja. Untuk mendapatkan lagu aslinya silakan kunjungi toko kaset dan CD terdekat untuk mendukung karya para seniman di negeri ini.
Demikianlah Download Lagu Ray Nineball Feat Rima Kania Dewi - Takbir Haji.

Klik DOWNLOAD

Wednesday, 6 February 2013

Penjual Buah Duku yang “Cerdik”



Nah, mungkin para pembaca sedikit bertanya-tanya dengan judul postingan ini. Kenapa saya memberi judul “Penjual Buah Duku yang Cerdik”? Ini bukan judul sebuah dongeng pengantar tidur atau cerita humor. Ini adalah cerita nyata dan sebuah fenomena yang saya coba bagikan ke para pembaca semua. Sedikit informasi tentang buah duku hanya sekedar untuk menambah khazanah keilmuan kita semua. Buah duku adalah buah yang memiliki rasa manis yang ukurannya kecil-kecil dan berwarna kecoklat-coklatan dan agak kuning.
Tentunya kita semua mengetahui si buah manis tersebut. Namun, yang akan saya bahas di sini bukanlah buah dukunya. Tidak ada masalah dengan buah duku tersebut. Tetapi, yang menarik untuk dibahas di sini adalah fenomena aksi pedagang (penjual) buah duku yang terdapat di beberapa jalan protokol di Kota Pekanbaru. Sekilas tidak ada yang salah dengan para pedagang tersebut. Mereka menjual buah duku asli, bukan buah palsu. (Bayangin aja jika ada buah duku tiruan atau palsu dijual, kayak apa yaaa..).
Kembali ke topik, para pedagang menjual sebagaimana biasanya jika pada musim si buah manis ini tiba. Hampir di sepanjang jalan berjejer para pedagang dengan menawarkan buah dukunya. Ada yang dengan kendaraan roda empatnya yang diparkirkan di pinggir jalan, ada pula yang membuat rak penjualan seala kadarnya, dalam artian mereka adalah pedagang musiman saat musim buah duku saja.
Sebagai seorang konsumen, tentunya kita menginginkan barang yang berkualitas dan pastinya dengan harga yang murah. Kita selalu tertarik dengan penawaran harga yang murah meriah. Apa yang terjadi jika Anda melihat sebuah handphone yang Anda dambakan selama ini di sebuah konter dengan label harga yang sangat murah? Bahkan setengah harga dari harga aslinya! Pasti Anda akan menghampirinya dengan tujuan untuk memastikannya, dan tentunya akan ada keinginan untuk membelinya. Dan jika harga tersebut benar-benar murah, pasti tanpa ragu Anda akan membelinya.
Begitu juga yang terjadi dengan sebagian besar pedagang buah duku yang ada di Kota Pekanbaru. Saya sendiri juga agak tercengang dan terheran-heran dengan harga buah duku yang mereka tawarkan. Ada yang memasang label 5.000 besar-besar di dekat dagangannya. Ada pula yang menulis 3.000, 4.000, 8.000, 9.000, 10.000, dll. Apa yang Anda bayangkan dengan harga-harga tersebut? Wow, murah sekali buah duku tersebut. Jangan salah menafsirkan dulu! Mungkin harga-harga tersebut terbayang dalam benak kita adalah harga buah duku perkilonya. Ternyata tidak, harga tersebut adalah harga per setengah kilo gram. Mereka mencoba membuat label harga supaya terlihat murah. Sekilas mereka memang tidak berbohong, tidak menipu pembeli. Karena di label harga tersebut ditulis angka ½. Namun, tulisan angka ½ tersebut tidak seimbang ukurannya dengan label harganya. Bahkan hampir tidak terlihat oleh mata. Bahkan ada yang memajang harga 4.000/4 ons. (Untung saja tidak ada yang mejang 1000/ons. Intinya sama saja 10.000/kg). Namun, masih ada pedagang yang jujur dengan memajang harga seperti mana biasanya, yakni harga perkilo gram.
Mereka memang tidak menipu, tapi pada hakikatnya mereka telah membuat pembeli kecewa dengan cara berdagang mereka untuk menarik pembeli. Jika pembeli sudah terlanjur berhenti untuk membeli, namun ternyata harga yang mereka bayangkan tidak sesuai kenyataan, pastilah pembeli ada yang membeli dengan perasaan terpaksa. Cara berdagang seperti ini entah apa hukumnya dalam Islam. Wallahu ‘A’lam bis Shawaf!!
Yang menjadi pelajaran penting dari cerita di atas adalah:
1.  Bagi pembeli sebaiknya jika ingin membeli barang apapun jangan mudah tertarik dengan harga yang tertera, namun cobalah pastikan kepada pedagang.
2.  Bagi pedagang, sebaiknya berdaganglah seperti mana kebiasaan yang berlaku. Keuntungan di dunia tidaklah bermanfaat bagi kehidupan akhirat jika salah dalam memperolehnya. Jika biasanya harga yang dipajang adalah harga perkilo, maka jangan memajang harga per setengah kilo atau perons seperti di supermarket. Karena hal tersebut akan membuat pembeli terlanjur kecewa dan ada rasa terpaksa.
Semoga apa yang saya sampaikan ini ada manfaatnya bagi kita semua. Saya tidak bermaksud memojokkan sekelompok orang. Namun, saya sekedar membagi informasi demi kebaikan kita semua dan menjadi pelajaran dari pengalaman.